Skip to main content

Kesan dan Pesan Maba PKKMB Tingkat Universitas


Universitas Negeri Malang (UM), Rabu (17/8), Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) tingkat universitas di Graha Cakrawala telah usai. Serangkaian kegiatan dari Senin-Rabu (15-18/8) menuai respon positif dan negatif dari beberapa mahasiswa baru (Maba).

Kesan positif Maba terhadap PKKMB UM 2016 salah satunya adalah penyampaian  materi tentang Stadium General (Pembinaan Karakter) oleh Umi Dayati, dosen Fakultas Ilmu Pendidikan. “Motivasi dari Bu Umi enak, bikin semangat”, ungkap Siti Maryati, Maba Jurusan Pendidikan Luar Biasa. Selain itu, pembagian Maba menjadi 25 kelompok yang diambil dari berbagai fakultas disambut baik oleh Maba. “Saya senang karena bisa kenal dengan Maba dari fakultas lain,” kata Siti Khoirurosida, Program Studi (Prodi) Pendidikan Sekolah Dasar (PGSD).  
Di sisi lain, respon negatif muncul terkait tempat duduk pembagian kelompok. Tidak semua kelompok duduk di tribun, 12 diantaranya harus duduk lesehan.  Wahyuni, Maba Fakultas Teknik, mengatakan “Saya kurang fokus mendengarkan materi, capek duduk terus.” Hal senada juga dirasakan oleh Kirana, Maba Prodi PGSD yang mengeluhkan tentang banyaknya materi pada pelaksanaan hari kedua PKKMB UM 2016.

Harapan maba untuk pelaksanaan PKKMB UM tahun depan sebaiknya diadakan rolling tempat duduk agar peserta yang duduk di tribun atas bergantian duduk di bawah dan sebaliknya, serta ditambah lebih banyak lagi ice breaking agar pemberian materi tidak membosankan. (tri/lny/dsf//hna)

Comments

Popular posts from this blog

Menang Tanpa Perang

 Oleh: Fajar Dwi Affanndhi Pesta tak lagi meriah. Tidak seperti pesta yang biasa kita ketahui, hingar bingar, penuh warna-warni, dan dinanti-nanti. Pesta demokrasi di kampus ini sepi. Jangan harap perdebatan panas antar calon pemimpin. Ketika calonnya saja hanya satu. Ya, calon tunggal   tanpa lawan. Pemilu Raya, atau yang biasa kita sebut PEMIRA, kini seakan hilang greget -nya. Hampir di semua fakultas di UM terdapat calon tunggal.   Baik itu calon ketua BEM, ketua HMJ, atau bahkan yang lebih parah, calon DMF yang seharusnya dipilih lima orang dari setiap jurusan, malah hanya ada satu calon dalam satu fakultas yang notabene terdiri dari beberapa jurusan. Padahal, adanya calon tunggal bukan tidak mungkin yang terjadi mereka bakal   “menang tanpa perang”.  

Pemira FIS Ternodai

Indikasi Pemalsuan Syarat Pencalonan di HMJ Geografi Rabu (25/11) – Ketua Komisi Pemilihan Fakultas Ilmu Sosial (KPFIS), Junaidi, mengatakan   bahwa terjadi beberapa permasalahan pada serangkaian kegiatan Pemilihan Raya (Pemira) FIS. Salah satunya adalah i ndikasi pemanipulasian sertifikat ospek jurusan oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan Geografi (HMJ Volcano) untuk wakil calon nomor 1, Rezra. ”Ada ketidakterimaan dari beberapa mahasiswa mengenai salah satu calon, gara-gara ada salah satu calon yang persyaratanya nggak tepat, menurut mereka. Contohnya sertifikat mbak, menurut sang pelapor itu palsu”, ujar Subur selaku Ketua KPFIS.

Partai Politik dan Pemilu, Kaderisasi dan Permainan Sepak Bola Oleh Ahlam Aliatul Rahma

Tahun 2014 memang tahun yang panas. Tahun politik katanya. Pesta demokrasi yang bakalan diselenggarakan, kini sudah di depan mata. Menggairahkan namun juga mengkhawatirkan. Apalagi, pemilihan umum untuk legislatif kini sudah dilaksanakan. Satu tahap sudah terlampaui. Namun kita belum menginjak fase klimaksnya. Fase klimaks dari ketegangan yang sudah tercipta jauh-jauh hari sebelumnya. Penentuan RI-1 pada Agustus mendatang.             Bagaimana tidak menarik kawan. Calon-calon presiden yang ada sungguh berbeda dari pemilihan umum (pemilu) tahun-tahun sebelumnya. Dari golongan muda, nampang beberapa nama yang termasuk baru dalam kancah perpolitikan bangsa, misalnya saja Anies Baswedan, Hari Tanoe Sodibyo, Chairul Tanjung, dan tokoh paling populer saat ini, siapa lagi kalau bukan Jokowi. Namun masih banyak juga tokoh-tokoh dari golongan tua yang diprediksi akan mencalonkan diri menjadi presiden Republik ini. Yang tentunya mereka ...