Konsep
akademik, berbasis kelas danfull
edukasi yang di usung oleh UM dalam Pengenalan Kehidupan Perguruan Tinggi
(PKPT) pada tahun 2014/2015 untuk meningkatkan kualitas edukasi dan mendidik.
“Tidak jauh berbeda konsep tahun lalu dengan konsep tahun ini, hanya saja pola
pelaksanaan acaranya lebih edukatif” ucap H.Sucipto
selaku Wakil Rektor III saat di temui di ruang kerjanya. Hal ini terbukti
dengan pelaksanaan PKPT hari pertama yang berlangsung dengan hikmat dan
beredukasi.
“Dengan di tiadakannya aktrasi live
dari UKM lebih membuat konsep PKPT tahun ini lebih edukatif dan menjadi pembeda
dengan konsep tahun lalu” ungkap Pak Sucipto. Walaupun begitu, pihak UKM masih
dapat mendemokan organisasinya dengan sistem edukasi tanpa atraksi. Tak lepas
dari itu pihak universitas tetap memberikan kesempatan untuk menampilkan aktraksi
liveUKM namun di lain waktu.(rhq/ony//gia)
Oleh: Fajar Dwi Affanndhi Pesta tak lagi meriah. Tidak seperti pesta yang biasa kita ketahui, hingar bingar, penuh warna-warni, dan dinanti-nanti. Pesta demokrasi di kampus ini sepi. Jangan harap perdebatan panas antar calon pemimpin. Ketika calonnya saja hanya satu. Ya, calon tunggal tanpa lawan. Pemilu Raya, atau yang biasa kita sebut PEMIRA, kini seakan hilang greget -nya. Hampir di semua fakultas di UM terdapat calon tunggal. Baik itu calon ketua BEM, ketua HMJ, atau bahkan yang lebih parah, calon DMF yang seharusnya dipilih lima orang dari setiap jurusan, malah hanya ada satu calon dalam satu fakultas yang notabene terdiri dari beberapa jurusan. Padahal, adanya calon tunggal bukan tidak mungkin yang terjadi mereka bakal “menang tanpa perang”.
Comments
Post a Comment