Skip to main content

Tersendatnya Sertifikat PKPT & Sistem Poin Ancam Maba



Konsep PKPT tahun ini sesuai aturan Universitas, yaitu tidak diperbolehkannya menyuruh Maba membawa barang-barang tertentu pada saat PKPT. Selain tidak akademis, hal tersebut juga dianggap akan menyulitkan para Maba. Namun, pemberian tugas kepada para Maba tetap diperbolehkan asalkan bersifat akademis.

 Fakta yang terjadi di Fakultas MIPA, tugas kepada Maba tetap diberikan. ”Kita tetap ada tugas, tapi tetap akademis, misalnya membuat artikel ilmiah dengan tema-tema tertentu sesuai jurusan masing-masing,” kata Sakti, Ketua BEM FMIPA. Sanksi yang diberikan jika tugas tersebut tidak dikerjakan adalah dengan sanksi akademis juga berupa penambahan tugas.

Selain itu, pada akhir PKPT FMIPA, Maba akan dibebani tugas mengerjakan karya ilmiah  Program Kreativitas Mahasiswa (PKM). Sakti mengungkapkan jika tugas-tugas dan PKM yang diberikan tidak dikerjakan oleh Maba, maka panitia PKPT akan merekap semua pelanggaran dari Maba dengan sistem poin dan menghimbau mengenai adanya ancaman tersendatnya pemberian sertifikat PKPT kepada para Maba. (ahl/ril//yna)

*buletin hal.10. terbit edisi 16 Agustus 2014

Comments

Popular posts from this blog

Menang Tanpa Perang

 Oleh: Fajar Dwi Affanndhi Pesta tak lagi meriah. Tidak seperti pesta yang biasa kita ketahui, hingar bingar, penuh warna-warni, dan dinanti-nanti. Pesta demokrasi di kampus ini sepi. Jangan harap perdebatan panas antar calon pemimpin. Ketika calonnya saja hanya satu. Ya, calon tunggal   tanpa lawan. Pemilu Raya, atau yang biasa kita sebut PEMIRA, kini seakan hilang greget -nya. Hampir di semua fakultas di UM terdapat calon tunggal.   Baik itu calon ketua BEM, ketua HMJ, atau bahkan yang lebih parah, calon DMF yang seharusnya dipilih lima orang dari setiap jurusan, malah hanya ada satu calon dalam satu fakultas yang notabene terdiri dari beberapa jurusan. Padahal, adanya calon tunggal bukan tidak mungkin yang terjadi mereka bakal   “menang tanpa perang”.  

Pemira FIS Ternodai

Indikasi Pemalsuan Syarat Pencalonan di HMJ Geografi Rabu (25/11) – Ketua Komisi Pemilihan Fakultas Ilmu Sosial (KPFIS), Junaidi, mengatakan   bahwa terjadi beberapa permasalahan pada serangkaian kegiatan Pemilihan Raya (Pemira) FIS. Salah satunya adalah i ndikasi pemanipulasian sertifikat ospek jurusan oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan Geografi (HMJ Volcano) untuk wakil calon nomor 1, Rezra. ”Ada ketidakterimaan dari beberapa mahasiswa mengenai salah satu calon, gara-gara ada salah satu calon yang persyaratanya nggak tepat, menurut mereka. Contohnya sertifikat mbak, menurut sang pelapor itu palsu”, ujar Subur selaku Ketua KPFIS.

Partai Politik dan Pemilu, Kaderisasi dan Permainan Sepak Bola Oleh Ahlam Aliatul Rahma

Tahun 2014 memang tahun yang panas. Tahun politik katanya. Pesta demokrasi yang bakalan diselenggarakan, kini sudah di depan mata. Menggairahkan namun juga mengkhawatirkan. Apalagi, pemilihan umum untuk legislatif kini sudah dilaksanakan. Satu tahap sudah terlampaui. Namun kita belum menginjak fase klimaksnya. Fase klimaks dari ketegangan yang sudah tercipta jauh-jauh hari sebelumnya. Penentuan RI-1 pada Agustus mendatang.             Bagaimana tidak menarik kawan. Calon-calon presiden yang ada sungguh berbeda dari pemilihan umum (pemilu) tahun-tahun sebelumnya. Dari golongan muda, nampang beberapa nama yang termasuk baru dalam kancah perpolitikan bangsa, misalnya saja Anies Baswedan, Hari Tanoe Sodibyo, Chairul Tanjung, dan tokoh paling populer saat ini, siapa lagi kalau bukan Jokowi. Namun masih banyak juga tokoh-tokoh dari golongan tua yang diprediksi akan mencalonkan diri menjadi presiden Republik ini. Yang tentunya mereka ...