Skip to main content

Meski PKPT Di Luar, Kasubbag Umum FIK Pastikan Maba Kuliah di Gedung Sendiri



Memasuki hari kedua (14/8) pelaksanaan Pengenalan Kehidupan Perguruan Tinggi (PKPT) Universitas Negeri Malang (UM), kewenangan PKPT dilimpahkan kepada Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas (BEMFA). Tak terkecuali dengan Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK). 


Pelaksanaan PKPT hari kedua mahasiswa baru (Maba) FIK dilakukan di Gedung Sasana Krida (Sakri) dan Gedung Tenis Cakrawala. Hal ini dikarenakan fasilitas gedung yang terdapat di FIK kurang memadai. Terkait hal ini, Ir. Sumarko selaku Kasubbag Umum FIK memberikan konfirmasi. “Penggunaan gedung selain yang disediakan sebagai fasilitas mahasiswa FIK hanya berlangsung ketika PKPT saja, sedangkan dalam proses perkuliahan menggunakan gedung dan fasilitas yang terdapat di FIK sendiri,” jelas Ir. Sumarko. Selanjutnya Ir. Sumarko menambahkan, penggunaan Gedung Sakri dan Lapangan Tenis Cakrawala tidak terkait dengan penambahan prodi baru Ilmu Kesehatan Masyarakat. Sebab, proses perkuliahan di FIK bersifat fleksibel, yaitu bisa dilakukan di luar gedung perkuliahan, seperti stadion untuk materi sepak bola, lapangan voli untuk materi voli, atau pun kolam renang untuk pendalaman materi renang.

Kekurangan gedung perkuliahan di FIK sampai dengan saat ini masih bisa ditanggulangi dengan memaksimalkan jam perkuliahan. Adapun solusi yang dilakukan untuk mengatasi hal ini, yaitu akan ada penambahan gedung baru. Hanya saja solusi ini masih menunggu keputusan pihak Universitas. (ris/ryh//yna)

*buletin hal.8. terbit edisi 16 Agustus 2014

Comments

Popular posts from this blog

Menang Tanpa Perang

 Oleh: Fajar Dwi Affanndhi Pesta tak lagi meriah. Tidak seperti pesta yang biasa kita ketahui, hingar bingar, penuh warna-warni, dan dinanti-nanti. Pesta demokrasi di kampus ini sepi. Jangan harap perdebatan panas antar calon pemimpin. Ketika calonnya saja hanya satu. Ya, calon tunggal   tanpa lawan. Pemilu Raya, atau yang biasa kita sebut PEMIRA, kini seakan hilang greget -nya. Hampir di semua fakultas di UM terdapat calon tunggal.   Baik itu calon ketua BEM, ketua HMJ, atau bahkan yang lebih parah, calon DMF yang seharusnya dipilih lima orang dari setiap jurusan, malah hanya ada satu calon dalam satu fakultas yang notabene terdiri dari beberapa jurusan. Padahal, adanya calon tunggal bukan tidak mungkin yang terjadi mereka bakal   “menang tanpa perang”.  

Pemira FIS Ternodai

Indikasi Pemalsuan Syarat Pencalonan di HMJ Geografi Rabu (25/11) – Ketua Komisi Pemilihan Fakultas Ilmu Sosial (KPFIS), Junaidi, mengatakan   bahwa terjadi beberapa permasalahan pada serangkaian kegiatan Pemilihan Raya (Pemira) FIS. Salah satunya adalah i ndikasi pemanipulasian sertifikat ospek jurusan oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan Geografi (HMJ Volcano) untuk wakil calon nomor 1, Rezra. ”Ada ketidakterimaan dari beberapa mahasiswa mengenai salah satu calon, gara-gara ada salah satu calon yang persyaratanya nggak tepat, menurut mereka. Contohnya sertifikat mbak, menurut sang pelapor itu palsu”, ujar Subur selaku Ketua KPFIS.

Partai Politik dan Pemilu, Kaderisasi dan Permainan Sepak Bola Oleh Ahlam Aliatul Rahma

Tahun 2014 memang tahun yang panas. Tahun politik katanya. Pesta demokrasi yang bakalan diselenggarakan, kini sudah di depan mata. Menggairahkan namun juga mengkhawatirkan. Apalagi, pemilihan umum untuk legislatif kini sudah dilaksanakan. Satu tahap sudah terlampaui. Namun kita belum menginjak fase klimaksnya. Fase klimaks dari ketegangan yang sudah tercipta jauh-jauh hari sebelumnya. Penentuan RI-1 pada Agustus mendatang.             Bagaimana tidak menarik kawan. Calon-calon presiden yang ada sungguh berbeda dari pemilihan umum (pemilu) tahun-tahun sebelumnya. Dari golongan muda, nampang beberapa nama yang termasuk baru dalam kancah perpolitikan bangsa, misalnya saja Anies Baswedan, Hari Tanoe Sodibyo, Chairul Tanjung, dan tokoh paling populer saat ini, siapa lagi kalau bukan Jokowi. Namun masih banyak juga tokoh-tokoh dari golongan tua yang diprediksi akan mencalonkan diri menjadi presiden Republik ini. Yang tentunya mereka ...