Tahun ini, Pemilu Raya (Pemira) 2014
kembali dilakukan seperti tahun-tahun sebelumnya. Berbeda dengan tahun-tahun
sebelumnya, calon presiden mahasiswa (presma) hanya satu pasang saja, meski
waktu pendaftaran telah diperpanjang. Tidak hanya calon presma yang kurang
animo, melainkan calon Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) juga sepi peminat.
“FPPsi hanya satu orang yang mencalonkan diri sebagai DPM yaitu bernama Azizah
Fajar Islam” Kata Ery dan Dwi sebagai penjaga Tempat Pemungutan Suara (TPS) di
FPPsi. Tidak hanya itu, jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) di FPPsi minim
partisipasi. Berbagai alasan timbul yang dikemukakan oleh beberapa mahasiswa
FPPsi diantaranya adalah soal ketidaktahuan bahwa pada tanggal 20 yang lalu merupakan
hari pencoblosan, selain itu juga beberapa mahasiswa FPPsi tidak mengetahui
latar belakang serta visi misi calon presma. (aak/avz)
Oleh: Fajar Dwi Affanndhi Pesta tak lagi meriah. Tidak seperti pesta yang biasa kita ketahui, hingar bingar, penuh warna-warni, dan dinanti-nanti. Pesta demokrasi di kampus ini sepi. Jangan harap perdebatan panas antar calon pemimpin. Ketika calonnya saja hanya satu. Ya, calon tunggal tanpa lawan. Pemilu Raya, atau yang biasa kita sebut PEMIRA, kini seakan hilang greget -nya. Hampir di semua fakultas di UM terdapat calon tunggal. Baik itu calon ketua BEM, ketua HMJ, atau bahkan yang lebih parah, calon DMF yang seharusnya dipilih lima orang dari setiap jurusan, malah hanya ada satu calon dalam satu fakultas yang notabene terdiri dari beberapa jurusan. Padahal, adanya calon tunggal bukan tidak mungkin yang terjadi mereka bakal “menang tanpa perang”.
Comments
Post a Comment