Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Edisi PKPT 3

Antusiasme Maba FE pada Demo UKM

             Ada yang berbeda dengan Pengenalan Kehidupan Perguruan Tinggi (PKPT) Fakultas Ekonomi (FE) Jumat (15/8). Suasana yang lebih meriah mewarnai gedung-gedung FE yang dijadikan sebagai ruang pertemuan mahasiswa baru (Maba). Kemeriahan tersebut disebabkan adanya demo Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Universitas Negeri Malang (UM). Kegiatan yang dijadwalkan selesai pukul 11.00 WIB itu mendapat respon positif dari Maba FE. “Acara hari ini cukup menarik , soalnya ada demo UKM . J adi , kita tahu kegiatan nonakademik mahasiswa di UM,” kata salah satu Maba FE dari J urusan S1 Manajemen , Wahyu Randy Ardiansyah. Laki-laki tinggi itu juga menuturkan bahwa belum bisa memutuskan UKM apa yang akan dia ikuti karena banyaknya pilihan UKM menarik di UM. Kebanyakan Maba FE tidak sabar menanti pertunjukkan UKM di Pesta Rakyat UM Sabtu (23/8) mendatang.

Maba FT Antusias, German & Menwa Puas

Pengenalan Kehidupan Perguruan Tinggi (PKPT) Fakultas Teknik (FT) memasuki hari kedua. Agendanya berupa presentasi Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang ada di Universitas Negeri Malang (UM). Dalam presentasi itu, mereka menampilkan video dan power point berupa kegiatan, juga beberapa contoh hasil karya mereka. Sebanyak 27 UKM yang melakukan presentasi hari ini diberikan waktu 10 menit untuk presentasi. Presentasi dibuka oleh UKM BDM dan ditutup dengan presentasi dari UKM German.

FIS Masih Tanpa Aula

Sebagai fakultas yang baru berdiri pada 2009, Fakultas Ilmu Sosial (FIS) memang masih belum memiliki sarana dan prasarana yang lengkap. Salah satunya adalah ruang aula . A kibatnya , sejak pertama kali didirikan hingga sekarang warga FIS yang ingin mengadakan acara dan membutuhkan aula, harus meminjam aula gedung lain. Sebagian besar mahasiswa FIS   sudah lama menginginkan untuk memiliki aula sendiri. “Kalau dibilang pengen punya aula , ya , kita pengen punya aula sendiri seperti fakultas lain, M bak. Apalagi kami O rmawa , jadi harus ke sana ke mari buat pinjam aula kalau ingin mengadakan acara,” ujar M . Fachri Al-Yassar mahasiswa FIS. “Tapi saya dengar-dengar di gedung yang baru itu nanti di lantai tujuh akan dibangun aula,” lanjutnya.

Semangat Maba Turun, BEM FIK Kurangi Waktu

Sesuai dengan jadwal yang ditentukan pihak Universitas, hari ketiga Pengenalan Kehidupan Perguruan Tinggi ( PKPT ) diisi dengan demo dari Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang ada di Universitas Negeri Malang (UM) . S ejumlah 27 UKM , masing-masing dialokasikan waktu sepuluh menit. Guna menjaga agar M aba tidak suntuk dan tetap semangat , panitia mengurangi waktu presentasi UKM sebanyak 2-3 menit dari masing-masing UKM. Pengurangan w aktu tersebut akan digunakan untuk Ice Breaking , yel-yel , dan kegiatan lainnya .

Kompak, Etis, dan Rasional ala FIK

Pelaksanaan Pengenalan Kehidupan Perguruan Tinggi (PKPT) Universitas Negeri Malang (UM) , Rabu (15/8) , di Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) berjalan dengan lancar. Hal ini sesuai dengan penuturan Hendro, Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FIK . ”Sampai dengan hari ketiga ini , PKPT di FIK berjalan lancar . P elanggaran peraturan oleh M aba sudah mulai berkurang dan panitia yang bertanggung jawab pun semakin komit , ” tuturnya. Terkait dengan pelanggaran peraturan yang dilakukan oleh M aba, Hendro menjelaskan bahwasannya pelanggaran hari ini sudah berkurang dari kemarin. Jika kemarin 75 kartu keterlambatan yang disediakan panitia masih kurang, maka untuk hari ini justru lebih karena hanya dua orang saja yang terlambat. Adapun sanksi yang diberikan oleh panitia untuk peserta PKPT yang melakukan pelanggaran dikategorikan dalam tiga bagian, yaitu pelanggaran ringan, sedang , dan berat. Pelanggaran ringan diberikan sanksi berupa teguran, pelanggaran berat diberikan sanksi untuk...

DMF Psikologi, DMFIK dan Perbedaan Interpretasi Peneriakan Yel

Ketika disinggung mengenai isi pemberitaan yang menyatakan FIK melanggar aturan penggunaan yel-yel saat PKPT hari pertama, Ketua BEM FIK, Hendro, mengatakan bahwa informasi dari DMFIK menyatakan bahwa yang dilarang adalah suara-suara dan slogan yang dapat memancing keributan. Maka dari itu, dia menganggap selain hal itu diperbolehkan. ”Kalau dari DMF kita (DMFIK, Red.), pokoknya nggak membunyikan suara-suara atau slogan yang mancing keributan. Kalau cuma tepuk tangan nggak ada yang wah saya kira,” ungkapnya. 

FIS, FIP, FIK Bicara Soal Penangguhan Penyebaran Buletin Siar

        Buletin Siar edisi PKPT hari pertama yang terbit pada PKPT hari ketiga dilarang menyebar di beberapa fakultas. Diantaranya adalah FS, FMIPA, FPPsi, dan FT. Pelarangan tersebut diberikan oleh DMF fakultas bersangkutan selaku panwas PKPT.   Disamping itu, fakultas yang memperbolehkan disebarkannya buletin Siar hanyalah FIS, FIP, FIK, dan FE saja. Empat fakultas ini memperbolehkan peredaran buletin Siar karena bagi mereka berita yang dimuat tidak menjadi masalah.

Klarifikasi Panwas Terhadap Pernyataan Ketupel PKPT FT

              B eredarnya Siar edisi PKPT 1 menuai kontroversi dari pihak Panitia Pengawas ( Panwas ). P ihak P anwas menganggap salah satu berita dari buletin tersebut yang berjudul “ DMF M elarang P enggunaan Y el-yel FT-FIK T et a p N gotot ”   perlu diklarifikasi. Hal yang perlu diklarifikasi menurut Panwas terdapat dalam kutipan yang dilontarkan oleh Hakim , K etua P elaksana (Ketupel) PKPT FT yang berbunyi “ I tu (red: larangan menyuarakan yel-yel) kan cuma katanya-katanya, jadi kurang jelas”.