Skip to main content

Tentang Kami



LPM (Lembaga Pers Mahasiswa) Siar adalah lembaga pers yang masih menjadi bagian dari UKMP (Unit Kegiatan Mahasiswa Penulis) Universitas Negeri Malang. LPM Siar bergerak di bidang kepenulisan jurnalistik dan berfungsi sebagai alat kontrol sosial di lingkungan kampus Universitas Negeri Malang.



Satu kalimat di atas merupakan semangat yang kami usung, untuk bergerak sebagai media yang memberikan berita yang informatif,  inovatif, obyektif serta berimbang. Untuk saat ini Siar secara berkala dan momentum menerbitkan produk berupa buletin. Selain itu kami juga mengadakan diskusi setiap minggu, guna memperluas wacana dalam balutan Dinar (Diskusi Nusantara).

Mari saling silang dengan kami di:

Alamat: UKM Penulis - Jl. Semarang 05 Malang

CP: 081554635445 

Facebook: LPM SIAR 

Twitter: @lpm_siar

Email: siarlpm@gmail.com

Comments

  1. salam silaturrahim Persma Siar...
    salam kenal,..
    tulisannya di blog ini keren-keren....
    jadi betah ingin terus berkunjung ke sini..

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Menang Tanpa Perang

 Oleh: Fajar Dwi Affanndhi Pesta tak lagi meriah. Tidak seperti pesta yang biasa kita ketahui, hingar bingar, penuh warna-warni, dan dinanti-nanti. Pesta demokrasi di kampus ini sepi. Jangan harap perdebatan panas antar calon pemimpin. Ketika calonnya saja hanya satu. Ya, calon tunggal   tanpa lawan. Pemilu Raya, atau yang biasa kita sebut PEMIRA, kini seakan hilang greget -nya. Hampir di semua fakultas di UM terdapat calon tunggal.   Baik itu calon ketua BEM, ketua HMJ, atau bahkan yang lebih parah, calon DMF yang seharusnya dipilih lima orang dari setiap jurusan, malah hanya ada satu calon dalam satu fakultas yang notabene terdiri dari beberapa jurusan. Padahal, adanya calon tunggal bukan tidak mungkin yang terjadi mereka bakal   “menang tanpa perang”.  

Pemuda Dalam Pergolakan Politik Nasional

Picture by: Qureta.com Pemuda   Dalam   Pergolakan   Politik   Nasional *Randi Muchariman Mari   kita memulainya dengan   sebuah cerita.   Tentang seorang pemuda yang resah dengan kehidupan petani yang setiap hari bekerja namun ia tidak mendapatkan hasil yang setara dengan yang telah dikerjakannya karena lahan yang digarapnya bukan milik dirinya sendiri.   Pemuda itu terus hidup dan melalui berbagai peristiwa dengan keresahannya. Ia membangun gagasan dan narasi bukan hanya untuk dirinya sendiri, tetapi juga untuk bangsanya. Ia memiliki kecintaan terhadap rakyat dan bangsa yang sedang dibangunnya. Sehingga ia sampai hati harus menyatakan bahwa andaikata harus bekerjasama dengan iblis untuk memerdekakan bangsanya, maka itu akan dilakukannya.