Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Edisi PKPT 2

PKPT Sastra Lancar, PPU FS Banyak Kendala

Cukup banyak kendala yang terjadi di acara Pengenalan Kehidupan Perguruan Tinggi (PKPT)   hari pertama kemarin (13/8). “Ada kendala di presensi saat Maba datang pagi kemarin, presensinya belum ada padahal Maba udah banyak yang dateng ,” ujar Andika (FS/11)   selaku ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Sastra (BEM FS). Andika juga menambahkan, jika seluruh presensi untuk Maba menjadi tanggung jawab ketua BEM FIP dan ternyata orang yang bersangkutan terlambat hadir di Graha Cakrawala. “Ya, solusinya presensi dibuat berjalan setelah pembukaan acara,” tambah Andika (FS/11).   Kertas pembatas untuk penanda masing-masing fakultas juga menjadi salah satu kendala lain yang dialami Panitia Pelaksana Universitas (PPU) FS. Kertas pembatas terlalu kecil dan kurang jelas sehingga berdampak pada Maba yang kesulitan untuk mencari fakultas masing-masing. “Maba FE membludak, sampai ada yang tercampur dengan Maba FS sehingga presensi FS malah berjalan sampai ke FE,” imbuh Andika....

Petugas Terlambat, Acara Ikut Terlambat

Hari kedua Pengenalan Kehidupan Perguruan Tinggi (PKPT) Fakultas   Psikologi (FPPsi) yang dilaksakanpukul 06.00 sampai 13.00berjalan cukup lancar meski terjadi sedikit kendala yang mengakibatkan acara tidak bisa dimulai sesuai dengan rundown yang ditetapkan oleh fakultas . Hal tersebut diungkapkan oleh   Rian, selaku Ketua Pelaksana PKPT FPPsi “Kegiatan hari ini cukup lancar, walaupun sempat terjadi kemoloran waktu saat dimulainya acara, karena karyawan atau petugas yang bertanggung jawab membawa kunci datang terlambat dari waktu yang diharapkan panitia untuk persiapan sarana dan prasana sebelum dimulainya acara ”

Graca Tempat Istimewa PKPT FT

Tidak seperti Pengenalan Kehidupan Perguruan Tinggi (PKPT) Fakultas Teknik (FT) tahun lalu yang ditempatkan di 4 lokasi, yakni Gedung Sasana Krida, H5 lantai 2 dan lantai 4 serta gedung D9, PKPT FT tahun ini ditempatkan di satu lokasi, Gedung Graha Cakrawala (Graca). Mengetahui hal tersebut sie humas BEM FT, Hakim Fathony, merasa FT diistimewakan. “Jadi kalau di Graca, FT termasuk yang istimewa, karena Graca tempat yang paling istimewa di UM”, ungkapnya. Berlokasi di Graca, memberikan kesan positif yang memudahkan panitia. Keuntungan dengan adanya penempatan PKPT FT di satu tempat adalah tidak perlu melibatkan banyak panitia dan memudahkan koordinasi. Awalnya fakultas memiliki planning PKPT FT berbasis kelas murni. 1400 Mahasiswa baru (Maba) dikelompokkan menjadi 35 kelas yang terdiri dari 40 Maba tiap kelasnya. 

Maba FMIPA Kurang Hormati Senior

Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas MIPA (FMIPA), Sakti , mengungkapkan kesannya terhadap para Maba saat ini yaitu mereka kurang menghargai dan menghormati seniornya di FMIPA , khususnya kepada para panitia PKPT. Hal ini disampaikan oleh Sakti sebagai imbas dari konsep PKPT yang murni berbasis kelas dan tidak diperbolehkannya panitia untuk bertindak keras kepada para Maba. ”Kalau saya kira , dari awal di SMA sifatnya sudah begitu apalagi pas kelas tiga juga sudah jadi senior terus ke Maba dan di PKPT juga murni berbasis kelas yang istilahnya gak ada pendisiplinan di dalamnya. Jadi , ya , sudah kayak gitu ,” kata Sakti ketika ditanya mengenai penyebab Maba yang kurang hormat pada seniornya.

Panitia FT Jadi Contoh Maba

Hari kedua PKPT FT berlangsung di gedung Graha Cakrawala. Meski para pimpinan dekan dan kajur terlambat sekitar 30 menit dari jadwal awal, acara tetap dimulai tanpa pimpinan agar rundown   PKPT FT tidak molor. Sebelum acara dimulai, sedikitnya 30 mahasiswa baru (Maba) terlambat. Tidak ada sanksi dari panitia. Maba yang terlambat mereka dicatat namanya kemudian nama-nama tersebut diserahkan ke pihak fakultas, sesuai dengan peraturan yang menyatakan bahwa keterlambatan Maba terakumulasi 20% tidak lulus PKPT sehingga mengulang lagi tahun depan. 

Pengondisian Kurang, Disma Agak Kerepotan

                Hari kedua Pengenalan Kehidupan Perguruan Tinggi (PKPT) Universitas Negeri Malang (UM) Kamis (14/8) di Fakultas Ekonomi (FE) berjalan kondusif. Ketertiban dan kelancaran di FE tetap terjaga meskipun kegiatan tersebut terbagi di beberapa gedung FE seperti D4, D6, E3, dan E5. Koordinasi kerja panitia PKPT FE yang baik mendukung kekondusifan acara tersebut bisa terwujud.

BEM FIP-FMIPA sebut Maba 2013 & 2014, Sebelas-Duabelas

PKPT hari pertama Maba disambut di gedung Graha Cakrawala UM sedangkan hari kedua digelar dimasing-masing fakultas. PKPT hari kedua, Kamis (14/8), di semua fakultas masih saja terlihat beberapa Maba datang terlambat. Seperti halnya maba yang berada di FIP dan FMIPA. Terlambatnya Maba ini sedikit-banyak juga dipengaruhi oleh sikap dan respon Maba terhadap PKPT.

Pengenalan Jurusan Dianggap Penting oleh Wadek III dan Dekan FIP

                  Pengenalan jurusan dianggap penting oleh Wakil Dekan (Wadek) III Fakultas Ilmu Sosial (FIS), Dr. Ari Sapto, M. Hum. Pengenalan  jurusan yang dilakukan Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) dirasa bagus untuk menambah pengetahuan Maba tentang jurusannya masing-masing. Pengenalan tersebut boleh dilakukan asalkan sesuai dengan keputusan rektor. “Ingat, mereka dari latar belakang berbeda-beda boleh saja mengadakan pengenalan jurusan  dengan syarat tidak berbenturan dengan ormawa lain, tidak boleh bentak-bentak, pungutan biaya pada mahasiswa, tidak boleh pulang  lebih dari jam satu siang!” jelas Ari Sapto.

Wakil Rektor III: PKPT Tahun ini Lebih Edukatif

Konsep akademik, berbasis kelas dan ful l edukasi yang di usung oleh UM dalam Pengenalan Kehidupan Perguruan Tinggi (PKPT) pada tahun 2014/2015 untuk meningkatkan kualitas edukasi dan mendidik. “Tidak jauh berbeda konsep tahun lalu dengan konsep tahun ini, hanya saja pola pelaksanaan acaranya lebih edukatif” ucap H. Sucipto selaku Wakil Rektor III saat di temui di ruang kerjanya. Hal ini terbukti dengan pelaksanaan PKPT hari pertama yang berlangsung dengan hikmat dan beredukasi.

Lokasi Terbagi, FIS Sulit Koordinasi

Pelaksanaan Pengenalan Kehidupan Perguruan Tinggi (PKPT) Fakultas Ilmu Sosial (FIS) yang berlokasi di dua tempat membuat panitia PKPT FIS sulit untuk saling berkoordinasi satu sama lain. Hal ini wajar mengingat pelaksanaan PKPT FIS baru pertama kali diadakan di dua lokasi yang berbeda. Sebelumya PKPT FIS hanya dilaksanakan di Sasana budaya (Sasbud), sekarang PKPT FIS berada di Gedung A3 lantai dua dan gedung H3 lantai dua. Perubahan ini tentu membuat panitia PKPT yang terdiri dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FIS dan pengawas PKPT yang terdiri dari Dewan Mahasiswa Fakultas (DMF), harus membagi   tugas untuk pelaksanaan   PKPT di masing-masing lokasi.   Tetapi, pembagian tugas tersebut tetap meny ulitkan koordinasi panitia PKPT. “Koordinasi hanya pakai HT dan handphone . Tapi tetap sulit karena pengawas masih harus riwa-riwi   dari gedung A3 dan pasca sarjana,” ujar Qonita salah satu pengawas PKPT di A3.