Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Tugas Magang

Anak Bukan “Anak-Anak”*

Masa anak-anak merupakan masa yang penting dalam tahap perkembangan manusia. Dimulai dari masa anak-anak pembelajaran moral,sosial dan berbagai macam hal diajarkan. Berbagai macam hal yang diajarkan pada masa anak-anak akan melekat pada diri anak tersebut sampai dengan ia dewasa, bahkan terus dibawa sepanjang hidupnya. Pada masa anak-anak inilah mulai ditanamkan karakter. Sehingga tidaklah mengherankan jika masa anak-anak ini disebut masa keemasan. Namun, dewasa ini perkembangan anak berjalan tidak semestinya. Seiring pesatnya perkembangan teknologi dan informasi turut menggerus dunia anak-anak yang penuh dengan pembelajaran moral yang nyata.

Perlukah Pemerintah Menjadi Tuli?*

Anak tunarungu adalah anak yang memiliki keterbatasan pendengaran maupun tidak dapat mendengar sama sekali meskipun menggunakan alat bantu dengar. Anak tunarungu memiliki kemampuan bahasa yang lebih rendah dari anak normal dengan usia yang sama. Mereka memiliki kesulitan memahami kata kiasan, dan kata-kata yang bersifat abstrak. Seperti mimpi, janji, dan sebagainya. Hal ini dikarenakan mereka tidak pernah memiliki simpanan bunyi. Kemampuan bahasa mereka terbatas pada Bahasa Indonesia sederhana berupa yang kata dasar tanpa imbuhan.

Aktor Dan Panggung Politik*

            Pesta rakyat demokrasi akan di mulai pada tanggal 9 Juli 2014 pada tanggal 9 Juli mendatang rakyat yang sudah mempunyai hak pilih akan ikut berpartisipasi untuk menentukan sang aktor capres dan cawapres yang akan memimpin bangsa Indonesia lima tahun mendatang. Bangsa Indonesia  lima tahun mendatang ada di tangan sang aktor capres dan cawapres.

Sinetron Meracuni Remaja*

Kebanyakan Remaja masa kini itu gemar menonton sinetron, berharap kisah cintanya  seperti kisah dalam sinetron, tapi dalam kenyataannya itu adalah hal yang sia sia. Ilmu tentang cinta yang mereka ketahui itu kebanyakan ngaco, sangat gila. Banyak mitos mitos tentang cinta yang membuat fikiran mereka itu berfikir gila. Kenapa saya bilang itu pemikiran gila, karena media sudah meracuni mereka yang memberikan pelajaran-pelajaran tentang cinta tapi ngaco, sangat gila. Mereka belajar cinta dari mana, dari Tv, lihat sinetron, film film alay yang diberikan adalah cinta itu galau, tertindas, alay, dan cinta itu banyak tipuan, hati hati pria tipu wanita, pria  harus berkorban demi wanita, pria harus berperang dan bersaing dengan pria lain demi mendapatkan 1 wanita. Itu semua adalah hal  yang gila,  mitos mitos sudah meracuni mereka. Dan anehnya lagi mereka itu mempercayai seakan sudah terkonsep dalam otaknya.

IPK Tinggi, Kerja di Tempat Bergengsi? Tunggu dulu…*

Sudah menjadi persepsi bagi mahasiswa bahwa yang memiliki IPK terbaik adalah yang paling terbaik. Indeks Penilaian Kumulatif atau yang lebih sering dikenal dengan IPK adalah mekanisme penilaian keseluruhan prestasi dalam sistem perkuliahan mahasiswa di Perguruan Tinggi. Hal tersebut  wajar bagi mahasiswa peraih IPK terbaik atau tinggi merasa bangga dengan apa yang telah dihasilkan. Bila IPK terbaik dapat dibanggakan oleh mahasiswa di lingkungan kampus, namun hal tersebut tidak berlaku sepenuhnya di lingkungan pekerjaan.

LPJ Ajarkan Korupsi pada Mahasiswa*

Jika kita membicarakan tentang korupsi memang tidak akan pernah ada habisnya. Dari siapa yang bertanggung jawab sampai bagaimana korupsi itu selau meracuni moral bangsa Indonesia. Banyaknya koruptor juga tidak lepas dari peran pendidikan yang ada pada jenjang sekolah ataupun pendidikan yang tertanam pada keluarga sejak kecil. Kebiasaan berbohong yang di ajarkan oleh para orang tua memicu salah satu bibit-bibit koruptor. Contohnya seperti ini, ada orang tua bilang ke anaknya “nak nanti kalau ada yang mencari mama, bilang yaa mama sedang keluar” padahal si mama sedang asyik-asyik menonton TV di dalam rumah. Secara tidak langsung sang mama mengajarkan berbohong pada si anak. Ketika anak terdidik untuk tidak jujur, maka kebiasaan ini akan membentuk karakternya, apalagi tanpa adanya landasan agama yang jelas.

Fisik Bukan Utama, Pria Harus Perhatikan Hal Lain!*

Pernahkah anda berpikir apa yang menjadi daya pikat utama seorang pria? Apakah yang punya wajah berkarakter, tubuh atletis, wangi, berjambang, dan berpenampilan kece ? Bisa jadi. Namun bukanlah yang utama. Atau bisa dibilang kriteria yang paling buncit lah . Sesosok pria yang ”hanya” mengutamakan fisiknya dalam mencari pasangan bisa jadi salah besar. Karena wanita zaman sekarang adalah wanita yang cerdas dan realistis. Maka pesona ragawi dan penampilan yang aduhai akan jadi sia-sia jikalau aspek yang ada di atasnya dikesampingkan.

LPM Siar, Makanan Apa?*

LPM (Lembaga Pers Mahasiswa) Siar yang ada di Universitas Negeri Malang nampak seperti makhluk gaib, yang ada namun tiada. Keberadaanya pun seakan diragukan bahkan di pertanyakan. Terbukti, hanya sekitar tiga dari delapan mahasiswa UM sendiri yang tahu tentang keberadaan LPM Siar. Dosen dan civitas UM yang lain, entah tahu atau tidak tentang LPM Siar. Mungkin ada lebih sedikit yang tahu tentang sedikit hal tentang LPM Siar.

Ironi dari Penegak(an) Hukum Korupsi Kita*

            Semua dari kita pasti setuju kalau yang namanya korupsi itu adalah perbuatan yang jahat, karena merugikan orang banyak. Latar belakang pengucapan kata jahat itu macam-macam. Misalnya saja, Pak Polisi, katanya korupsi itu melanggar hukum, melanggar Undang-undang, melanggar KUHP, dan melanggar konstitusi. Pak kyai bilang korupsi itu perbuatan berdosa, karena mencuri uang rakyat. Para koruptor tidak punya landasan agama yang kuat, tidak takut   Tuhan. Anak-anak sekolah gedek-gedek melihat orang-orang berkuasa malah korupsi. Bagaimana mereka bisa menjadi contoh yang baik bagi anak-anak bangsa. Sementaara bapak-bapak di desa mengeluh maraknya berita korupsi di koran-koran sambil nongkrong di warung-warung kopi. Sementara ibu-ibu di kampung berkeluh kesah pada tukang sayur. Sedangkan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan penegak hukum lainnya dibuat pusing karenanya.

Sejauh manakah penanganan korupsi di Indonesia ?*

        Ketika kita membicarakan dan membahas korupsi di Indonesia, tentulah mucul berbagai pertanyaan yang tak kunjung kita temukan jawaban dan penyelesaiannya. Bagaimanakah penanganan korupsi di Indonesia? Selalu saja pertanyaan tersebut yang muncul dari serangkaian pertanyaan yang ada ketika membahas mengenai korupsi. Sebelum membahas lebih jauh mengenai penanganan korupsi di Indonesia ada baiknya jika kita mengetahui terlebih dahulu apakah sebenarnya korupsi itu.  

Korupsi Sebagai Warisan Budaya Indonesia*

Istilah korupsi bagi sebagian besar masyarakat indonesia bukanlah sesuatu yang tabu untuk didengar. Istilah ini begitu dekat dengan masyarakat Indonesia, mengingat gaung akan korupsi sendiri telah bergema dari tingkat daerah sampai dengan pemerintahan pusat di ibu kota negara Indonesia, Jakarta. Korupsi telah menggerogoti banyak lembaga pemerintahan dan berbagai instansi di Indonesia. Sehingga tidaklah mengherankan jika negara Indonesia masuk dalam penobatan lima negara terkorup tingkat dunia yang diberikan oleh lembaga independen transparency.org berdasarkan hasil survey yang dilakukan tahun 2013.

Partai Politik dan Pemilu, Kaderisasi dan Permainan Sepak Bola Oleh Ahlam Aliatul Rahma

Tahun 2014 memang tahun yang panas. Tahun politik katanya. Pesta demokrasi yang bakalan diselenggarakan, kini sudah di depan mata. Menggairahkan namun juga mengkhawatirkan. Apalagi, pemilihan umum untuk legislatif kini sudah dilaksanakan. Satu tahap sudah terlampaui. Namun kita belum menginjak fase klimaksnya. Fase klimaks dari ketegangan yang sudah tercipta jauh-jauh hari sebelumnya. Penentuan RI-1 pada Agustus mendatang.             Bagaimana tidak menarik kawan. Calon-calon presiden yang ada sungguh berbeda dari pemilihan umum (pemilu) tahun-tahun sebelumnya. Dari golongan muda, nampang beberapa nama yang termasuk baru dalam kancah perpolitikan bangsa, misalnya saja Anies Baswedan, Hari Tanoe Sodibyo, Chairul Tanjung, dan tokoh paling populer saat ini, siapa lagi kalau bukan Jokowi. Namun masih banyak juga tokoh-tokoh dari golongan tua yang diprediksi akan mencalonkan diri menjadi presiden Republik ini. Yang tentunya mereka ...

Indonesia Mencari Pemilu yang Ideal Oleh Bahrudin Yusuf

Di tahun 2014 ini, Indonesia sedang dalam tahun politik. Pemilihan umum (Pemilu) yang diadakan tiap lima tahun sekali, kini kembali dilaksanakan. Pemilu tahun ini akan diikuti 12 partai yang telah lolos verifikasi dan ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Partai yang siap bersaing tersebut antara lain, Nasdem, PKB, PKS, PDI-P, Golkar, Gerindra, Demokrat, PAN, PPP, Hanura, PBB, dan PKP. Diawali dengan pemilihan legislatif (pileg) pada 9 April 2014. Peserta Pileg 2014 adalah calon anggota DPR, DPD, DPRD tingkat provinsi, dan DPRD tingkat kota/kabupaten. Warga negara Indonesia yang memiliki hak pilih, akan secara langsung memilih para peserta pemilu tersebut melalui empat surat suara yang telah disediakan. Selanjutnya, pada bulan Juli, rakyat juga akan memilih calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) RI. Masing-masing Pasangan capres dan cawapres tersebut, merupakan pilihan yang diajukan oleh partai politik (parpol) maupun dari beberapa partai yang berkoal...

Pesta Demokrasi Milik Siapa? Oleh Rosiyanah

Euforia pesta demokrasi di Indonesia pada tahun 2014 begitu sangat terasa. Hal ini disebabkan tahun 2014 ini terjadi pergantian tampuk kepemimpinan secara keseluruhan dari mulai kepemimpinan di daerah, kabupaten/kota, provinsi sampai dengan pemilihan presiden untuk periode jabatan 2014-2019. Sesuai dengan amanat Undang-undang 1945  pasal 6A ayat 2 yang berbunyi,” pasangan calon presiden dan wakil presiden diusulkan oleh partai politik atau gabungan partai politik peserta pemilihan umum sebelum pemilihan umum.” Adanya pasal tersebut menyebabkan  berbagai partai politik berlomba-lomba merebut simpati masyarakat untuk  memperoleh suara. Untuk mencapai tujuannya tersebut, tak sedikit pula dari partai-partai politik ini yang menghalalkan berbagai cara yang tidak sepatutnya dilakukan oleh calon anggota perwakilan masyarakat. Adanya “penghalalan” berbagai cara tersebut menimbulkan pelaksanaan pemilu diwarnai berbagai pelanggaran yang dilakukan oleh partai politik seperti pe...