Skip to main content

Wakil Rektor III: PKPT Tahun ini Lebih Edukatif

Konsep akademik, berbasis kelas danfull edukasi yang di usung oleh UM dalam Pengenalan Kehidupan Perguruan Tinggi (PKPT) pada tahun 2014/2015 untuk meningkatkan kualitas edukasi dan mendidik. “Tidak jauh berbeda konsep tahun lalu dengan konsep tahun ini, hanya saja pola pelaksanaan acaranya lebih edukatif” ucap H.Sucipto selaku Wakil Rektor III saat di temui di ruang kerjanya. Hal ini terbukti dengan pelaksanaan PKPT hari pertama yang berlangsung dengan hikmat dan beredukasi.
“Dengan di tiadakannya aktrasi live dari UKM lebih membuat konsep PKPT tahun ini lebih edukatif dan menjadi pembeda dengan konsep tahun lalu” ungkap Pak Sucipto. Walaupun begitu, pihak UKM masih dapat mendemokan organisasinya dengan sistem edukasi tanpa atraksi. Tak lepas dari itu pihak universitas tetap memberikan kesempatan untuk menampilkan aktraksi liveUKM namun di lain waktu.(rhq/ony//gia)


 *
buletin hal.3. terbit edisi 16 Agustus 2014

Comments

Popular posts from this blog

Menang Tanpa Perang

 Oleh: Fajar Dwi Affanndhi Pesta tak lagi meriah. Tidak seperti pesta yang biasa kita ketahui, hingar bingar, penuh warna-warni, dan dinanti-nanti. Pesta demokrasi di kampus ini sepi. Jangan harap perdebatan panas antar calon pemimpin. Ketika calonnya saja hanya satu. Ya, calon tunggal   tanpa lawan. Pemilu Raya, atau yang biasa kita sebut PEMIRA, kini seakan hilang greget -nya. Hampir di semua fakultas di UM terdapat calon tunggal.   Baik itu calon ketua BEM, ketua HMJ, atau bahkan yang lebih parah, calon DMF yang seharusnya dipilih lima orang dari setiap jurusan, malah hanya ada satu calon dalam satu fakultas yang notabene terdiri dari beberapa jurusan. Padahal, adanya calon tunggal bukan tidak mungkin yang terjadi mereka bakal   “menang tanpa perang”.  

Pengenalan Jurusan Dianggap Penting oleh Wadek III dan Dekan FIP

                  Pengenalan jurusan dianggap penting oleh Wakil Dekan (Wadek) III Fakultas Ilmu Sosial (FIS), Dr. Ari Sapto, M. Hum. Pengenalan  jurusan yang dilakukan Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) dirasa bagus untuk menambah pengetahuan Maba tentang jurusannya masing-masing. Pengenalan tersebut boleh dilakukan asalkan sesuai dengan keputusan rektor. “Ingat, mereka dari latar belakang berbeda-beda boleh saja mengadakan pengenalan jurusan  dengan syarat tidak berbenturan dengan ormawa lain, tidak boleh bentak-bentak, pungutan biaya pada mahasiswa, tidak boleh pulang  lebih dari jam satu siang!” jelas Ari Sapto.

Pemira FIS Ternodai

Indikasi Pemalsuan Syarat Pencalonan di HMJ Geografi Rabu (25/11) – Ketua Komisi Pemilihan Fakultas Ilmu Sosial (KPFIS), Junaidi, mengatakan   bahwa terjadi beberapa permasalahan pada serangkaian kegiatan Pemilihan Raya (Pemira) FIS. Salah satunya adalah i ndikasi pemanipulasian sertifikat ospek jurusan oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan Geografi (HMJ Volcano) untuk wakil calon nomor 1, Rezra. ”Ada ketidakterimaan dari beberapa mahasiswa mengenai salah satu calon, gara-gara ada salah satu calon yang persyaratanya nggak tepat, menurut mereka. Contohnya sertifikat mbak, menurut sang pelapor itu palsu”, ujar Subur selaku Ketua KPFIS.