Skip to main content

Seorang Aktivis yang Malas Mengabdi

Seorang Aktivis yang Malas Mengabdi
*Tri Purnawati

Picture by: flpmaliki.blogspot.com


Apakah kita bangga mengatakan diri kita sebagai mahasiswa?
Apakah kita nyaman diri kita disebut sebagai aktivis?

Kenapa kita suka menghabiskan waktu mendebatkan pendidikan ekonomi sosial politik sedang disaat yang sama puluhan anak harus putus sekolah?
Kenapa kita sibuk berdikusi di dalam ruangan ini padahal di luar sana anak-anak buta huruf butuh sedikit ajaran?

Kita beralasan...
“Kita tidak bisa mengamalkan ilmu kita sekarang”
“Belum cukup untuk terjun ke masyarakat”
“Pemikiran kita masih dangkal.”

Betapa tidak bergunanya pendidikan tinggi jika akhirnya yang keluar adalah manusia-manusia yang malas mengabdi
Betapa serakahnya produk perguruan tiggi yang mengeruk banyak ilmu sedang enggan berbagi

Bukankah, kita persetan
*Penulis adalah pegiat LPM Siar UKMP UM

Comments

Popular posts from this blog

Menang Tanpa Perang

 Oleh: Fajar Dwi Affanndhi Pesta tak lagi meriah. Tidak seperti pesta yang biasa kita ketahui, hingar bingar, penuh warna-warni, dan dinanti-nanti. Pesta demokrasi di kampus ini sepi. Jangan harap perdebatan panas antar calon pemimpin. Ketika calonnya saja hanya satu. Ya, calon tunggal   tanpa lawan. Pemilu Raya, atau yang biasa kita sebut PEMIRA, kini seakan hilang greget -nya. Hampir di semua fakultas di UM terdapat calon tunggal.   Baik itu calon ketua BEM, ketua HMJ, atau bahkan yang lebih parah, calon DMF yang seharusnya dipilih lima orang dari setiap jurusan, malah hanya ada satu calon dalam satu fakultas yang notabene terdiri dari beberapa jurusan. Padahal, adanya calon tunggal bukan tidak mungkin yang terjadi mereka bakal   “menang tanpa perang”.  

Sejauh manakah penanganan korupsi di Indonesia ?*

        Ketika kita membicarakan dan membahas korupsi di Indonesia, tentulah mucul berbagai pertanyaan yang tak kunjung kita temukan jawaban dan penyelesaiannya. Bagaimanakah penanganan korupsi di Indonesia? Selalu saja pertanyaan tersebut yang muncul dari serangkaian pertanyaan yang ada ketika membahas mengenai korupsi. Sebelum membahas lebih jauh mengenai penanganan korupsi di Indonesia ada baiknya jika kita mengetahui terlebih dahulu apakah sebenarnya korupsi itu.  

Gara-Gara Pengen Ngehits oleh Imai Larasati