Skip to main content

GARAM

*Zukhriyah Nidam, 


Mungkin aku memang bekas  jajahan
Dijajah sebab punya kekayaan
pernah hancur, remuk
dalam genggaman intelektual
iya pernah!!

Tak perlu kusebut Bumi pertiwiku
jika kusebut nama semua mengernyitkan dahi dan memalingkan muka
seakan-akan tidak rela kalau aku bagian pulau Duwipantara
iya aku pulau Madura
surga bagi warganya neraka bagi mereka yang tak mengenalnya
Entah karena aku yang angkuh
atau mereka yang tak paham  kesatuan.

Malang, 29 September 2016
*Mahasiswa Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Sosial
Angkatan 2015
 

Comments

Popular posts from this blog

Menang Tanpa Perang

 Oleh: Fajar Dwi Affanndhi Pesta tak lagi meriah. Tidak seperti pesta yang biasa kita ketahui, hingar bingar, penuh warna-warni, dan dinanti-nanti. Pesta demokrasi di kampus ini sepi. Jangan harap perdebatan panas antar calon pemimpin. Ketika calonnya saja hanya satu. Ya, calon tunggal   tanpa lawan. Pemilu Raya, atau yang biasa kita sebut PEMIRA, kini seakan hilang greget -nya. Hampir di semua fakultas di UM terdapat calon tunggal.   Baik itu calon ketua BEM, ketua HMJ, atau bahkan yang lebih parah, calon DMF yang seharusnya dipilih lima orang dari setiap jurusan, malah hanya ada satu calon dalam satu fakultas yang notabene terdiri dari beberapa jurusan. Padahal, adanya calon tunggal bukan tidak mungkin yang terjadi mereka bakal   “menang tanpa perang”.  

Sejauh manakah penanganan korupsi di Indonesia ?*

        Ketika kita membicarakan dan membahas korupsi di Indonesia, tentulah mucul berbagai pertanyaan yang tak kunjung kita temukan jawaban dan penyelesaiannya. Bagaimanakah penanganan korupsi di Indonesia? Selalu saja pertanyaan tersebut yang muncul dari serangkaian pertanyaan yang ada ketika membahas mengenai korupsi. Sebelum membahas lebih jauh mengenai penanganan korupsi di Indonesia ada baiknya jika kita mengetahui terlebih dahulu apakah sebenarnya korupsi itu.  

Gara-Gara Pengen Ngehits oleh Imai Larasati