Skip to main content

Himbauan BEM FE: Maba FE Jangan Jadi Mahasiswa “Kupu-Kupu”




Ada yang berbeda dari konsep PKKMB Fakultas Ekonomi (FE). Tahun ini, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FE lebih persuasif terhadap maba agar tidak menjadi mahasiswa kupu-kupu” (kuliah-pulang kuliah-pulang).
Dengan tidak menjadi mahasiswa yang hanya menimba ilmunya di kelas, lalu selanjutnya pulang ke rumah atau ke kosnya masing-masing, maba FE tidak menjadi mahasiswa kupu-kupumelainkan menjadi maba yang progresif. Akidatul Firmanullah, anggota BEM FE devisi Koordinator Informasi dan Komunikasi (Kominfo) berpesan agar maba meningkatkan prestasi dalam segala bidang, memanfaat fasilitas dan ruang yang tersedia, dengan permasalahan ini, BEM FE akan memberi ruang dengan cara merekrut mereka untuk mengikuti organisasi fakultas. Dirinya juga menambahkan bahwa konsep yang akan digunakan dalam PKKMB FE lebih fokus dalam perancangan maba menjadi lebih menghasilkan output yang positif dengan cara pembagian mahasiswa menjadi delapan kelompok. Hal ini bertujuan agar materi yang disampaikan dapat diserap mahasiswa baru dengan lebih mudah. (fdn/rar//win)

Comments

Popular posts from this blog

Menang Tanpa Perang

 Oleh: Fajar Dwi Affanndhi Pesta tak lagi meriah. Tidak seperti pesta yang biasa kita ketahui, hingar bingar, penuh warna-warni, dan dinanti-nanti. Pesta demokrasi di kampus ini sepi. Jangan harap perdebatan panas antar calon pemimpin. Ketika calonnya saja hanya satu. Ya, calon tunggal   tanpa lawan. Pemilu Raya, atau yang biasa kita sebut PEMIRA, kini seakan hilang greget -nya. Hampir di semua fakultas di UM terdapat calon tunggal.   Baik itu calon ketua BEM, ketua HMJ, atau bahkan yang lebih parah, calon DMF yang seharusnya dipilih lima orang dari setiap jurusan, malah hanya ada satu calon dalam satu fakultas yang notabene terdiri dari beberapa jurusan. Padahal, adanya calon tunggal bukan tidak mungkin yang terjadi mereka bakal   “menang tanpa perang”.  

Pemuda Dalam Pergolakan Politik Nasional

Picture by: Qureta.com Pemuda   Dalam   Pergolakan   Politik   Nasional *Randi Muchariman Mari   kita memulainya dengan   sebuah cerita.   Tentang seorang pemuda yang resah dengan kehidupan petani yang setiap hari bekerja namun ia tidak mendapatkan hasil yang setara dengan yang telah dikerjakannya karena lahan yang digarapnya bukan milik dirinya sendiri.   Pemuda itu terus hidup dan melalui berbagai peristiwa dengan keresahannya. Ia membangun gagasan dan narasi bukan hanya untuk dirinya sendiri, tetapi juga untuk bangsanya. Ia memiliki kecintaan terhadap rakyat dan bangsa yang sedang dibangunnya. Sehingga ia sampai hati harus menyatakan bahwa andaikata harus bekerjasama dengan iblis untuk memerdekakan bangsanya, maka itu akan dilakukannya.