Skip to main content

Celoteh Maba Keluhkan Informasi PKKMB


           Universitas Negeri Malang (UM), Minggu (14/8) mempunyai hajat besar. Pengenalan Kehidupan Perguruan Tinggi Mahasiswa Baru (PKKMB), tahun kemarin dinamakan Pengenalan Kehidupan Perguruan Tinggi (PKPT) sudah memasuki H-1. Nyatanya, informasi terkait PKKMB tingkat universitas 2016 masih semrawut.
Salah seorang mahasiswa baru (maba) Fakultas Ilmu Sosial (FIS) mengaku kebingungan karena informasi terkait ID card yang harus dibawa atau tidak selama PKKMB masih belum jelas. Keluhan serupa juga dialami Azizah Fithriyyahni yang mengeluhkan akses informasi yang hanya ada di media social sehingga rawan simpang siur, walaupun begitu dia sepakat dengan konsep PKKMB tingkat universitas 2016 yang ramah dan bebas perpeloncoan.
Di Fakultas Sastra (FS) kabar burung masalah dresscode yang harus dipakai maba saat PKKMB tingkat universitas 2016 pun masih belum jelas sampai H-1 pelaksanaan. Menurut Siti Novilia Fajriani, maba FS, ada yang mengatakan dresscode  yang digunakan sesuai dengan warna fakultas, ada juga yang mengatakan tidak.
Tidak hanya mengeluhkan soal informasi yang simpang siur, maba juga mengeluhkan kejelasan tugas yang diberikan fakultas sebelum PKKMB tingkat universitas 2016 dilaksanakan. Seperti yang dikeluhkan Nurul Liya Sari, salah satu maba Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) yang khawatir soal desas-desus  panitia PKKMB FMIPA 2016 galak dan tugas yang diberikan harus ditulis dengan tinta warna-warni. (azu/fpl/din/lin/nfh/sds/ma/ynn//ana)

Comments

Popular posts from this blog

Feminisme & Ambiguitas Kesetaraan Hak Perempuan: Perempuan Bukan Warga Kasta Kedua yang Lemah

Feminisme & Ambiguitas Kesetaraan Hak Perempuan: Perempuan Bukan Warga Kasta  Kedua yang Lemah Ardiana Putri*   Picture by: voa_islam.com  Berbicara mengenai perempuan dan feminisme memang selalu menarik, menggelitik, dan penuh intrik. Menarik, karena hal ini selalu menjadi bahan perbincangan bahkan seiring berkembangnya zaman, gerakan-gerakan pemberdayaan perempuan semakin merebak. Menggelitik dan penuh intrik, buktinya hingga saat ini masih banyak silang sengketa pendapat dan perdebatan mengenai pemikiran feminis itu sendiri.   Banyak persepsi yang menyatakan bahwa feminisme adalah datang dari barat. Tuduhan tersebut sama sekali tidak bertendensi. F eminisme d apat dikatakan lahir di Indonesia, karena sejak lama telah ada budaya di Indonesia yang menghargai perempuan. Jauh sebelum adanya zaman kolonial, masyarakat Indonesia sangat menghargai kesetaraan. Buktinya, banyak perempuan yang menjadi pahlawan nasional dan t id ak sedikit...

Menang Tanpa Perang

 Oleh: Fajar Dwi Affanndhi Pesta tak lagi meriah. Tidak seperti pesta yang biasa kita ketahui, hingar bingar, penuh warna-warni, dan dinanti-nanti. Pesta demokrasi di kampus ini sepi. Jangan harap perdebatan panas antar calon pemimpin. Ketika calonnya saja hanya satu. Ya, calon tunggal   tanpa lawan. Pemilu Raya, atau yang biasa kita sebut PEMIRA, kini seakan hilang greget -nya. Hampir di semua fakultas di UM terdapat calon tunggal.   Baik itu calon ketua BEM, ketua HMJ, atau bahkan yang lebih parah, calon DMF yang seharusnya dipilih lima orang dari setiap jurusan, malah hanya ada satu calon dalam satu fakultas yang notabene terdiri dari beberapa jurusan. Padahal, adanya calon tunggal bukan tidak mungkin yang terjadi mereka bakal   “menang tanpa perang”.  

Jagal Despotik

Jagal Despotik *Ardiana Putri  Picture by:rdifm.co.id     Kami rakyat, masih melarat! Napas sesak, keparat! Hingga berulam air mata menghujam sesak di dada Bercucuran anyir darah, pada bahu-bahu jelata. Mari kita telisik lebih jeli  Diskriminasi Intimidasi Hentikan semua ini Buruh bersatu melawan penindasan Buruh bersatu tak bisa dikalahkan Berbagai konflik merajai pertiwi,  seakan terbungkam mulut-mulut borjuasi. Tanah harusnya milik rakyat  bukan investor biadab yang melaknat Berbagai muslihat dilancarkan,  kepada: yang melarat! Melarat! Melarat! Ah, dasar despotik! Seperti kata Wiji yang termaktub dalam hati "Maka hanya ada satu kata: lawan!" * Penulis adalah Pegiat Lembaga Pers Mahasiswa Siar UKMP UM