Skip to main content

Media Sosial Merengut Masa Anak-Anak

*Siti Imroatus a.k.a ieyma fiezhma

Perkembangan teknologi melahirkan bentuk media baru yaitu media internet (online) yang salah satu didalamnya melingkupi media sosial. Media sosial merupakan salah satu produk perkembangan teknologi yang saat ini sangat digandrungi beberapa kalangan muda. Media sosial bisa dikatakan sebagai media online yang mendukung interaksi sosial antar pengguna. Bentuk dari media sosial sendiri diantaranya jejaring sosial, yang mana merupakan situs dimana setiap orang bisa membuat web page pribadi yang akan terhubung dengan teman teman pengguna lainnya agar bisa saling berbagi informasi dan juga berkomunikasi. Sekarang ini jejaring sosial terbesar dan setiap tahun selalu bertambah penggunanya diantaranya adalah facebook dan twitter. Namun dengan seiringnya waktu para ahli teknologi sudah banyak menciptakan berbagai jejaring sosial yang sesuai dengan apa yang kita inginkan. Seperti halnya whatsApp, Line, Kakaotalk, Blackberry messengger dan lain sebagainya .

Media sosial mengajak siapa saja yang tertarik untuk berpartisipasi dengan memberi kontribusi dan feedback secara terbuka, memberi komentar serta membagi informasi dalam waktu yang cepat dan tak terbatas. Jika media tradisional menggunakan media cetak, dan media digital maka media sosial menggunakan jaringan internet. Saat ini teknologi internet dan ponsel semakin canggih akibat manusia yang semakin jenius, maka media sosial pun juga semakin tumbuh dengan pesat. Kini untuk mengakses berbagai jejaring sosial bisa dilakukan kapanpun, dimanapun dan oleh siapapun hanya dengan sebuah smartphone canggih. Buktinya sekarang sudah marak tempat tempat yang memiliki fasilitas hotspot wifi agar pengunjung bisa mengakses internet untuk kepentingan pribadi, misalnya meeting, diskusi, bisnis dan lain sebagainya. Demikian cepatnya orang bisa mengakses media sosial tanpa batas mengakibatkan terjadinya fenomena besar terhadap arus informasi, karena kecepatan media sosial yang sudah canggih, mulai nampak menggeser peranan media massa konvensional dalam menyebarkan berita dan informasi terkini.

Pesatnya perkembangan media sosial kini dikarenakan semua orang seperti bisa memiliki media sendiri. Tak terkecuali seorang anak yang masih duduk dibangku Sekolah. Mudahnya mengoperasikan dan membuat media sosial menjadikan semua orang menggunakannya bahkan seorang anak SD sekalipun. Tidak menutup kemungkinan memang anak anak saat ini menggunakan media sosial untuk kepentingan yang bersifat positif seperti tugas sekolah namun juga tak terhitung banyak nya anak anak yang menggunakan media sosial untuk tujuan lain yang kurang baik.

Seharusnya para pencipta teknologi canggih juga menciptakan sebuah penyaring yang berfungsi untuk menyaring akses akses yang melenceng dari nilai nilai yang tidak sesuai di masyarakat, atau menciptakan media sosial khusus untuk kalangan anak anak yang berstatus masih pelajar agar anak anak tidak dapat mengkonsumsi secara bebas dan tak terbatas hal hal yang berbau negatif. Lalainya pengawasan orang tua pun juga menyebabkan anak anak tak terkontrol pergaulannya. Akibatnya anak anak dengan mudah mengoperasikan dan mengakses berbagai informasi di media sosial maupun di internet. Sudah saatnya para orangtua mengawasi perkembangan anak anak untuk tidak mengkonsumsi dunia maya secara berlebih seperti halnya tidak memberikan handphone yang bersifat canggih dengan banyak aplikasi media sosialnya, dan orang tua juga sebaiknya mengontrol penggunaan teknologi yang bisa diakses oleh anak anak ataupun pelajar saat diluar sekolah.

*Pegiat LPM Siar, Mahasiswa Fakultas Ekonomi.

Comments

Popular posts from this blog

Feminisme & Ambiguitas Kesetaraan Hak Perempuan: Perempuan Bukan Warga Kasta Kedua yang Lemah

Feminisme & Ambiguitas Kesetaraan Hak Perempuan: Perempuan Bukan Warga Kasta  Kedua yang Lemah Ardiana Putri*   Picture by: voa_islam.com  Berbicara mengenai perempuan dan feminisme memang selalu menarik, menggelitik, dan penuh intrik. Menarik, karena hal ini selalu menjadi bahan perbincangan bahkan seiring berkembangnya zaman, gerakan-gerakan pemberdayaan perempuan semakin merebak. Menggelitik dan penuh intrik, buktinya hingga saat ini masih banyak silang sengketa pendapat dan perdebatan mengenai pemikiran feminis itu sendiri.   Banyak persepsi yang menyatakan bahwa feminisme adalah datang dari barat. Tuduhan tersebut sama sekali tidak bertendensi. F eminisme d apat dikatakan lahir di Indonesia, karena sejak lama telah ada budaya di Indonesia yang menghargai perempuan. Jauh sebelum adanya zaman kolonial, masyarakat Indonesia sangat menghargai kesetaraan. Buktinya, banyak perempuan yang menjadi pahlawan nasional dan t id ak sedikit...

Menang Tanpa Perang

 Oleh: Fajar Dwi Affanndhi Pesta tak lagi meriah. Tidak seperti pesta yang biasa kita ketahui, hingar bingar, penuh warna-warni, dan dinanti-nanti. Pesta demokrasi di kampus ini sepi. Jangan harap perdebatan panas antar calon pemimpin. Ketika calonnya saja hanya satu. Ya, calon tunggal   tanpa lawan. Pemilu Raya, atau yang biasa kita sebut PEMIRA, kini seakan hilang greget -nya. Hampir di semua fakultas di UM terdapat calon tunggal.   Baik itu calon ketua BEM, ketua HMJ, atau bahkan yang lebih parah, calon DMF yang seharusnya dipilih lima orang dari setiap jurusan, malah hanya ada satu calon dalam satu fakultas yang notabene terdiri dari beberapa jurusan. Padahal, adanya calon tunggal bukan tidak mungkin yang terjadi mereka bakal   “menang tanpa perang”.  

BEM FPPsi: Tabrak Jalur Tapi Produktif

Fakultas Pendidikan Psikologi (FPPsi) ibarat armada kapal yang baru saja diterjunkan di samudra yang luas. Sebuah kapal yang sudah disambut dengan gulungan ombak, mau tidak mau harus segera membuka layarnya untuk bersiap ambil kemudi menempuh jarak. Lajur kemudi seperti apakah yang sedang dibentuk pada ormawa FPPsi? Kami mencoba menggalinya melalui Bu Dyah Sulistiyorini sebagai Pembina ormawa FPPsi. Budaya organisasi seperti apa di FPPsi?  “Saya mencoba membangun budaya profesional pada BEM. Semoga BEM ini bisa menjadi tempat belajar sehingga siap untuk terserap di dunia kerja. Dunia kerja itu membutuhkan orang-orang yang mempunyai ide-ide kreatifitas, analisa berpikir, dan ketahanan kerja.  Dengan seiring berjalannya waktu kami juga masih mencari visi dan misi yang tepat, tapi tetap saya ingin membentuk organisasi yang profesional. Selain itu saya ingin menyelamatkan anak-anak saya, nah karena saya tidak bisa mengubah dari atas, maka saya mengubahnya dari bawah”. ...