Skip to main content

Pemira Banyak Komplain, MEDIASI pun Buntu



Rabu (21/1) telah dilaksanakan Pemilu raya (Pemira) Universitas Negeri Malang (UM).  Pemira ini meliputi pemilihan Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) dan Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas (BEM U). Calon DPM berasal dari tiap jurusan di masing-masing fakultas. Sedangkan calon BEM U dalam pemira kali ini terdapat tiga kandidat. Tiga kandidat yang turut memperebutkan kursi BEM U adalah Udin-Atok dengan urutan nomor satu, kandidat nomor dua Genjang-Kanza, dan kandidat nomor tiga Zacky-Bagus

Pelaksanaan pemira kali ini ternyata tidak berjalan lancar. Ada beberapa kendala yang menghambat jalannya pemira tahun ini. Bentuk kendala yang paling berat adalah banyaknya komplain dari masing-masing kandidat BEM U. Ketika Siar meminta penjelasan tentang komplain-komplain tersebut, pihak KPU maupun Tim Sukses menolak untuk memberikan keterangan dengan alasan hal tersebut bersifat rahasia—yang jelas komplain-komplain tadi mengharuskan KPU melakukan  mediasi dengan para kandidat.

Pelaksanaan mediasi berjalan sangat alot. Dimulai dari jam 18.30 WIB hingga pukul 01.00 WIB (22/01). Mediasi tersebut membahas komplain-komplain yang masuk dalam kotak komplain yang disediakan oleh KPU yang dibatasi oleh tenggat waktu. Surat-surat yang berisikan komplain ini terlebih dahulu diverifikasi berdasarkan beberapa kriteria. Salah satu kriterianya adalah penyantuman nama terang. Setelah surat komplain dianggap sah, maka komplain tersebut berhak masuk dalam mediasi. Sayangnya, mediasi alot tersebut tidak banyak menemukan jalan keluar.”Kamis sore jam tiga dilanjutkan mediasi. Tidak ada tuntutan apa-apa dan hasilnya tidak bisa diomongkan,” jelas Nadzim ketua KPU. (ahl/eva/lnd/rdi//gia).

Comments

Popular posts from this blog

Menang Tanpa Perang

 Oleh: Fajar Dwi Affanndhi Pesta tak lagi meriah. Tidak seperti pesta yang biasa kita ketahui, hingar bingar, penuh warna-warni, dan dinanti-nanti. Pesta demokrasi di kampus ini sepi. Jangan harap perdebatan panas antar calon pemimpin. Ketika calonnya saja hanya satu. Ya, calon tunggal   tanpa lawan. Pemilu Raya, atau yang biasa kita sebut PEMIRA, kini seakan hilang greget -nya. Hampir di semua fakultas di UM terdapat calon tunggal.   Baik itu calon ketua BEM, ketua HMJ, atau bahkan yang lebih parah, calon DMF yang seharusnya dipilih lima orang dari setiap jurusan, malah hanya ada satu calon dalam satu fakultas yang notabene terdiri dari beberapa jurusan. Padahal, adanya calon tunggal bukan tidak mungkin yang terjadi mereka bakal   “menang tanpa perang”.  

Pemuda Dalam Pergolakan Politik Nasional

Picture by: Qureta.com Pemuda   Dalam   Pergolakan   Politik   Nasional *Randi Muchariman Mari   kita memulainya dengan   sebuah cerita.   Tentang seorang pemuda yang resah dengan kehidupan petani yang setiap hari bekerja namun ia tidak mendapatkan hasil yang setara dengan yang telah dikerjakannya karena lahan yang digarapnya bukan milik dirinya sendiri.   Pemuda itu terus hidup dan melalui berbagai peristiwa dengan keresahannya. Ia membangun gagasan dan narasi bukan hanya untuk dirinya sendiri, tetapi juga untuk bangsanya. Ia memiliki kecintaan terhadap rakyat dan bangsa yang sedang dibangunnya. Sehingga ia sampai hati harus menyatakan bahwa andaikata harus bekerjasama dengan iblis untuk memerdekakan bangsanya, maka itu akan dilakukannya.