Tahun ini, Pemilu Raya (Pemira) 2014
kembali dilakukan seperti tahun-tahun sebelumnya. Berbeda dengan tahun-tahun
sebelumnya, calon presiden mahasiswa (presma) hanya satu pasang saja, meski
waktu pendaftaran telah diperpanjang. Tidak hanya calon presma yang kurang
animo, melainkan calon Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) juga sepi peminat.
“FPPsi hanya satu orang yang mencalonkan diri sebagai DPM yaitu bernama Azizah
Fajar Islam” Kata Ery dan Dwi sebagai penjaga Tempat Pemungutan Suara (TPS) di
FPPsi. Tidak hanya itu, jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) di FPPsi minim
partisipasi. Berbagai alasan timbul yang dikemukakan oleh beberapa mahasiswa
FPPsi diantaranya adalah soal ketidaktahuan bahwa pada tanggal 20 yang lalu merupakan
hari pencoblosan, selain itu juga beberapa mahasiswa FPPsi tidak mengetahui
latar belakang serta visi misi calon presma. (aak/avz)
Feminisme & Ambiguitas Kesetaraan Hak Perempuan: Perempuan Bukan Warga Kasta Kedua yang Lemah Ardiana Putri* Picture by: voa_islam.com Berbicara mengenai perempuan dan feminisme memang selalu menarik, menggelitik, dan penuh intrik. Menarik, karena hal ini selalu menjadi bahan perbincangan bahkan seiring berkembangnya zaman, gerakan-gerakan pemberdayaan perempuan semakin merebak. Menggelitik dan penuh intrik, buktinya hingga saat ini masih banyak silang sengketa pendapat dan perdebatan mengenai pemikiran feminis itu sendiri. Banyak persepsi yang menyatakan bahwa feminisme adalah datang dari barat. Tuduhan tersebut sama sekali tidak bertendensi. F eminisme d apat dikatakan lahir di Indonesia, karena sejak lama telah ada budaya di Indonesia yang menghargai perempuan. Jauh sebelum adanya zaman kolonial, masyarakat Indonesia sangat menghargai kesetaraan. Buktinya, banyak perempuan yang menjadi pahlawan nasional dan t id ak sedikit...
Comments
Post a Comment