Skip to main content

Sejenak di Kantin FIP


            Di hari ketiga ini, pelaksanaan Pengenalan Kehidupan Perguruan Tinggi (PKPT) di Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) terlihat lebih lancar dan tertib daripada hari sebelumnya (20/8). Sistem PKPT yang lebih berbasis Sistem dalam Kelas kali ini tidak banyak menuntut mahasiswa baru dan panitia untuk bekerja ekstra. Bahkan, di sela-sela kegiatan PKPT pagi ini, beberapa panitia pelaksana PKPT FIP terlihat sedang bersantai di kantin fakultas.

            Saat dikonfirmasi, Koordinator Lapangan PKPT FIP, Agung, mengatakan “Kesepakatan yang dibuat kemarin (20/8) itu, kalau panitia ingin sarapan atau istilahnya ngopi biar nggak ngantuk itu boleh. Hanya saja dibuat rolling,”

            Pendapat serupa juga dilontarkan oleh Yoga, Ketua Pelaksana (Ketupel) PKPT FIP. Yoga menjelaskan, “Semua panitia juga sudah berkoordinasi secara berlanjut dengan Wakil Dekan III selaku Bidang Kemahasiswaan, dan untuk pagi ini kami telah meminta beliau untuk mengizinkan kami sebagai panitia PKPT istirahat sejenak di kantin. Panitia sendiri diberi waktu 30 menit untuk mengisi perut.”

            Beliau juga menganggap hal ini adalah suatu kewajaran mengingat panitia PKPT telah bekerja sejak pagi hari untuk mengatur 1.008 Maba FIP untuk menjaga kondisi tubuh tetap fit. Dengan kemudahan seperti ini, diharapkan kinerja panitia PKPT FIP tidak kendor sedikitpun sampai PKPT 2013 berakhir pada esok hari (22/8). (hel//vga)


            *buletin hal.7. Tanggal terbit 23 Agustus 2013.

Comments

Popular posts from this blog

Menang Tanpa Perang

 Oleh: Fajar Dwi Affanndhi Pesta tak lagi meriah. Tidak seperti pesta yang biasa kita ketahui, hingar bingar, penuh warna-warni, dan dinanti-nanti. Pesta demokrasi di kampus ini sepi. Jangan harap perdebatan panas antar calon pemimpin. Ketika calonnya saja hanya satu. Ya, calon tunggal   tanpa lawan. Pemilu Raya, atau yang biasa kita sebut PEMIRA, kini seakan hilang greget -nya. Hampir di semua fakultas di UM terdapat calon tunggal.   Baik itu calon ketua BEM, ketua HMJ, atau bahkan yang lebih parah, calon DMF yang seharusnya dipilih lima orang dari setiap jurusan, malah hanya ada satu calon dalam satu fakultas yang notabene terdiri dari beberapa jurusan. Padahal, adanya calon tunggal bukan tidak mungkin yang terjadi mereka bakal   “menang tanpa perang”.  

Pemuda Dalam Pergolakan Politik Nasional

Picture by: Qureta.com Pemuda   Dalam   Pergolakan   Politik   Nasional *Randi Muchariman Mari   kita memulainya dengan   sebuah cerita.   Tentang seorang pemuda yang resah dengan kehidupan petani yang setiap hari bekerja namun ia tidak mendapatkan hasil yang setara dengan yang telah dikerjakannya karena lahan yang digarapnya bukan milik dirinya sendiri.   Pemuda itu terus hidup dan melalui berbagai peristiwa dengan keresahannya. Ia membangun gagasan dan narasi bukan hanya untuk dirinya sendiri, tetapi juga untuk bangsanya. Ia memiliki kecintaan terhadap rakyat dan bangsa yang sedang dibangunnya. Sehingga ia sampai hati harus menyatakan bahwa andaikata harus bekerjasama dengan iblis untuk memerdekakan bangsanya, maka itu akan dilakukannya.